Momentum Global Berlanjut, Sentimen Domestik Masih Rapuh

Diterbitkan pada
Market Update | 19–25 Mei 2026
Pasar global masih menunjukkan ketahanan sepanjang pekan 19–25 Mei 2026, terutama ditopang oleh kinerja earnings yang solid dan momentum kuat dari sektor AI. Sentimen juga membaik setelah muncul perkembangan positif dalam negosiasi AS–Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Namun, optimisme ini tetap terbatas. Pasar masih harus menghadapi realitas suku bunga tinggi, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, serta risiko geopolitik yang bisa kembali berubah sewaktu-waktu.
Global Masih Didukung AI dan Earnings
Sektor teknologi, semikonduktor, dan rantai pasok AI kembali menjadi penopang utama pasar global. Permintaan terhadap infrastruktur AI, chip canggih, data center, dan kapasitas produksi semikonduktor terus menjaga sentimen positif terhadap perusahaan teknologi besar di AS maupun Asia.
Selain itu, membaiknya ekspektasi terhadap normalisasi jalur pelayaran di Strait of Hormuz ikut membantu menurunkan kekhawatiran jangka pendek terhadap pasokan minyak. Dengan risiko energi yang sedikit mereda, appetite terhadap aset berisiko masih dapat bertahan.
Meski begitu, pasar belum benar-benar lepas dari tekanan. Konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed berikutnya memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama. Inflasi yang masih lengket dan harga minyak yang tetap tinggi membuat yield Treasury AS tetap elevated, sehingga membatasi ruang kenaikan pasar yang lebih luas.
Indonesia Masih Tertekan
Berbeda dengan global, pasar Indonesia berada dalam kondisi yang lebih rapuh. IHSG melemah ke level terendah dalam satu tahun, mencerminkan tekanan dari berbagai arah.
MSCI/FTSE freeze masih menjadi faktor utama yang menahan sentimen. Eksklusi 18 saham Indonesia dari indeks MSCI efektif Juni 2026 memperbesar kekhawatiran terhadap potensi arus keluar asing dan aksesibilitas pasar Indonesia di mata investor global. Rupiah juga melemah mendekati Rp17.630 per dolar AS. Pelemahan ini memperburuk sentimen karena meningkatkan risiko inflasi impor dan menambah tekanan pada stabilitas fiskal.
Di sisi lain, wacana windfall tax dan meningkatnya keterlibatan negara di sektor komoditas turut menekan saham pertambangan dan energi. Investor mulai menghitung ulang risiko profitabilitas, arus kas, dan kepastian regulasi jangka panjang.
Obligasi Stabil, tapi Tetap Defensif
Pasar obligasi Indonesia relatif lebih stabil dibanding saham, meskipun tekanan eksternal tetap terasa. Yield IndoGB 10 tahun bertahan di sekitar 6,77%, didukung oleh permintaan institusi domestik yang masih kuat.
Namun, stabilitas ini belum berarti pasar obligasi sepenuhnya nyaman. Kenaikan yield Treasury AS ke sekitar 4,67%, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran fiskal membuat investor tetap selektif, terutama untuk tenor panjang. Aktivitas perdagangan masih didominasi obligasi tenor pendek, menunjukkan bahwa investor memilih menjaga fleksibilitas di tengah ketidakpastian.
Kesimpulan: Global Masih Kuat, Domestik Masih Menunggu Kepastian
Secara keseluruhan, pasar global masih ditopang oleh earnings yang kuat, momentum AI, dan meredanya sebagian risiko geopolitik. Namun, yield tinggi dan inflasi tetap menjadi batas utama bagi kenaikan lebih lanjut. Di Indonesia, tekanan justru semakin dalam. Pelemahan rupiah, arus keluar asing, MSCI/FTSE freeze, serta ketidakpastian kebijakan membuat investor masih berhati-hati terhadap aset domestik.
Pekan ini menunjukkan bahwa kekuatan pasar tidak merata. Global masih konstruktif secara selektif, sementara Indonesia masih membutuhkan stabilisasi yang lebih jelas sebelum sentimen dapat pulih secara berkelanjutan.
DISCLAIMER: Informasi yang disediakan oleh PT. Kaya Lautan Permata (Kaya) memberikan pandangan dan analisis tentang berbagai topik keuangan. Meskipun kami berusaha memberikan informasi yang akurat dan terkini, semua keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Harap dicatat bahwa semua investasi memiliki potensi risiko, dan setiap keputusan investasi yang Anda buat adalah atas kebijaksanaan dan risiko pribadi Anda sendiri.