Sentimen Global Membaik, Indonesia Mulai Menunjukkan Stabilitas

Published on
Market Update | 26 Mei–2 Juni 2026
Pasar global bergerak positif sepanjang 26 Mei hingga 2 Juni 2026. Sentimen investor membaik seiring perkembangan negosiasi AS–Iran, turunnya harga minyak, serta berlanjutnya kekuatan earnings dari sektor-sektor yang terkait dengan AI.
Setelah beberapa pekan sebelumnya pasar dibayangi risiko gangguan pasokan energi, perkembangan negosiasi di Timur Tengah membuat investor mulai melihat bahwa premi risiko geopolitik berpotensi menurun secara bertahap. Harapan terhadap normalisasi arus pelayaran di Strait of Hormuz membantu meredakan kekhawatiran inflasi dari sisi energi.
Global: Risiko Energi Mereda, AI Masih Menjadi Penopang
Turunnya harga minyak memberi ruang bagi pasar untuk bernapas. Kekhawatiran terhadap inflasi mulai berkurang, sehingga tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat juga ikut mereda. Kondisi ini mendukung sektor-sektor seperti transportasi, konsumsi, dan industri. Di saat yang sama, yield obligasi yang lebih rendah memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham.
Sektor AI tetap menjadi motor utama. Permintaan terhadap semikonduktor, infrastruktur AI, cloud computing, dan data center masih kuat, terutama di AS dan Asia seperti Jepang, Taiwan, dan Korea. Hal ini menjaga momentum earnings dan membuat pasar global tetap konstruktif, meskipun risiko geopolitik belum sepenuhnya selesai.
Indonesia: Mulai Stabil Setelah Tekanan Panjang
Di Indonesia, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah beberapa pekan berada dalam tekanan. IHSG bergerak lebih stabil setelah investor mulai mencerna dampak rebalancing MSCI Juni, termasuk keluarnya 18 saham Indonesia dari indeks MSCI.
Pasar juga mulai menilai kerangka baru pengawasan ekspor Danantara untuk eksportir komoditas utama seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy. Meski kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola, investor masih mencermati potensi dampaknya terhadap fleksibilitas harga ekspor dan arah intervensi negara ke depan.
Di sisi kebijakan, kenaikan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25% membantu mendukung stabilitas rupiah dan memperbaiki kepercayaan pasar. Valuasi saham Indonesia juga berada di level yang relatif rendah secara historis, sehingga mulai membuka ruang minat selektif dari investor. Namun, ketidakpastian belum hilang sepenuhnya. Review aksesibilitas pasar oleh MSCI dan implementasi lanjutan Danantara masih menjadi faktor yang perlu dicermati.
Obligasi: Tetap Resilien Didukung Permintaan Domestik
Pasar obligasi Indonesia tetap relatif tangguh. Lelang SUN pada 26 Mei berjalan baik, dengan penawaran masuk mencapai IDR 57,3 triliun dan pemerintah memenangkan IDR 36,9 triliun, sedikit di atas target.
Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun stabil di sekitar 6,7%, sementara aktivitas perdagangan tetap kuat. Permintaan masih banyak terfokus pada tenor pendek dan menengah, menunjukkan bahwa investor tetap berhati-hati terhadap risiko durasi.
Kenaikan BI Rate memang menambah tekanan jangka pendek terhadap yield. Namun dukungan kebijakan Bank Indonesia dan stabilitas rupiah yang mulai membaik membantu menjaga kondisi pasar tetap tertib.
Kesimpulan: Peluang Mulai Kembali, Tapi Bertahap
Secara keseluruhan, sentimen global membaik karena risiko geopolitik mereda dan harga minyak turun. Di sisi lain, Indonesia mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah tekanan dari MSCI, rupiah, dan kekhawatiran kebijakan mulai lebih banyak tercermin dalam harga aset.
Namun pemulihan belum terjadi secara merata. Investor masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait arus dana asing, stabilitas rupiah, dan implementasi kebijakan domestik. Dalam kondisi seperti ini, peluang mulai kembali muncul, tetapi tidak datang sekaligus. Disiplin membaca risiko tetap menjadi hal yang penting.
DISCLAIMER: Informasi yang disediakan oleh PT. Kaya Lautan Permata (Kaya) memberikan pandangan dan analisis tentang berbagai topik keuangan. Meskipun kami berusaha memberikan informasi yang akurat dan terkini, semua keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Harap dicatat bahwa semua investasi memiliki potensi risiko, dan setiap keputusan investasi yang Anda buat adalah atas kebijaksanaan dan risiko pribadi Anda sendiri.